Saturday, December 26, 2015

" stop complaining "

life will be better if we stop complaining, and we start count on our blessing and being grateful about it. For all these while, I always complaint about my life and to some extend it made me to forget about being grateful. 

I always complaint why my life has to be like this when my friends were all able to get what they wanted. They study abroad, they found a good man to love them, they have decent jobs, their parents are being supportive, they were allowed to travel and working part time while I cannot. These are my endless complaints until I forgot to count my blessings. 

True, we complaint on what we cannot have. Other people might complaint about the other thing. " dyeorang pakai iphone, aku pakai lenovo je, dyeorg pakai branded designers stuffs while I only afford fake branded stuff, dyeorang pakai kereta mewah while I only afford axia " and the list goes on. Throughout these few years, I always remind myself to less complaint and start counting on my blessings but sometimes I forgot. Mulut ni ringan je nak complaint itu ini. 

Benar kata-kata pepatah yang sentiasa aku pegang sebagai salah satu life quote aku : 

Dalam urusan dunia, jika kita berkasut, pandanglah orang yang berselipar. Jika kita berselipar, pandanglah orang yang berkaki ayam. Ia akan menjadikan kita sentiasa bersyukur atas apa yang kita miliki. Jika diberi kelebihan harta, kita rajin memberi. Jika diuji dengan kesempitan, kita tidak suka meminta-minta.  " 

itulah hebatnya jiwa yang qanaah. Sentiasa puas. Tapi bukan aku. Sekalipun aku cuba untuk didik hati sentiasa bersyukur dengan apa yang ada, tapi tetap kadang-kadang it slipped away.. Kadang-kadang aku lupa, ujian hidup kita berbeza-beza. 

So, this becoming 2016, I wish I can stop complaining at all ( tapi jangan pula untuk setiap hal kita tak complaint, ada jugak hal yang perlu kita complaint contohnya dalam urusan kerja seharian kita kalau servis tu tak bagus, but using the right channel ). I wish I can start saying Alhamdulillah for every little things in life. 

I should be grateful for every test that HE gave to me. I should be grateful that despite of every hardships I have in life, I still have my parents, my family, my close friends and I have a good future, Insyaallah. Manusia,, lumrah. Ada manusia tu lebihnya di situ kurangnya di sini. Itu menunjukkan betapa kita tidak sempurna, betapa kita berbeza ujian hidupnya. 

Stop complaining and do something about your life , and always be grateful. Contohnya, kalau hari tu rezeki kau hanya makan nasi dengan telur kicap,, so that's it. bersyukurlah. Ada manusia lain yang tidak dapat makan untuk hari tu. Stop complaining hidup kau susah but start to work hard to earn money and manage your financial. Setiap kesusahan tu Allah bagi untuk kita belajar, untuk kita kembali dekat kepada NYA. Sebab nikmat Allah dan mercy Tuhan tu terlalu besar untuk hambaNYA.. Masalah dia sekarang ni, society mold yang terlalu value pada kebendaan menjadikan manusia merasakan hidup mereka banyak pincang nya dan menjadikan manusia menjadi manusia tidak begitu bersyukur akan nikmat Tuhan. 

Contoh,, kau tengok kat IG those rich people, selalu dapat surprise hadiah mahal-mahal dari suami, menjadikan kau pun nak jugak relationship goal tu and you start complaining about " suami aku tak romantik la, tak pernah bagi bunga mahal, tak pernah bawak makan kafe hipster " tapi kau lupa untuk menghargai ada suami yang selalu ada untuk menyayangi kau selalu ingatkan kau untuk solat dan selalu bimbing kau kepada NYA..Lain contoh, Kau tengok Ig tengok insta femes kulit flawless je semua putih-putih,, so kau complaint kulit kau hitam bla bla bla ( I used to complaint about this hahaha ) tapi kau lupa mereka pakai iphone . Mereka sebenarnya ramai je yang kulit gelap muka berjerawat tapi kalau dah pakai iphone semua cantik mehh ( mostly yang aku kenal ada iphone ramai yang edit gambar jadi putih melepak ), dan kau lupa untuk bersyukur ada kulit yang sihat tu pun dah cukup baik. All these little things that we used to complaint, and we forgot to be grateful. 

So stop complaining. Always remind yourself ( a reminder to myself as well) untuk cuba tak terlalu complaint banyak pasal life. Kena ingat, dalam susah nya kita ada lagi yang lagi susah dari kita. Dengan cara tu, kita akan sentiasa bersyukur dengan apa yang kita ada. Bersyukur hatta dengan setiap nafas hela yang kita masih mampu untuk hirup, bersyukur untuk segala nikmat kesihatan, nikmat adanya keluarga bahagia, nikmat untuk beribadah pada Dia, dan nikmat-nikmat lain yang tak terhitung banyaknya. 

Aku selalu memerhatikan hidup orang lain ( duduk di suatu sudut di mall, enjoy my meal and start observing people). Aku belajar dari kehidupan manusia. Ada manusia lain yang terpaksa tebalkan muka untuk menjual kuih di mall, ada manusia yang terpaksa bekerja despite of them being disabled, dan ada manusia yang terpaksa berkerusi roda ke sana ke sini. And when I compare these thing with myself, I am more than grateful. I have enough money from my allowance and I can simply ask from parents, I am normal I am not handicapped, and I can run play and do what ever I want. I have wonderful friends yang selalu ingatkan tentang solat, selalu ajak pergi dengar ceramah, selalu ada untuk dengar masalah aku..Itu pun adalah nikmat dari Dia untuk aku. I should be more than grateful. Tapi ada juga aku complaint why am I being short, why I don't have white skin bla bla bla.. See, how ungrateful I am. ;( Betullah, untuk ada jiwa qanaah dan jiwa yang sentiasa bersyukur, kita perlu melihat di sekeliling kita, we observe and we ponder.   

Sebab itu, Allah pesan sebanyak 31 kali dalam Al Quran, akan nikmat-nikmat yang Dia ciptakan dan berikan kepada hambaNYA untuk disyukuri : 


فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55] )

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim [14] : 34)

Friday, December 25, 2015

" you fix or you end ? "

I could see nowadays, most relationships tend to end with break up. Probably I am too old to be in this new trend that sometimes it leaves me with jaw dropping moment the moment I know my relationship just ended.


true that we cannot measure how strong a relationship is by period ( how long you have been together with someone ) but don't you think it is such a waste and it is kind of loss when you ended your relationship that you built for months or years already. I refer to every relationship ( love and friendship ). It seems that nowadays whenever two lovers or two best friends encountered a conflict or a fight, they tend to end their relationship. Gosh, for God sake it that all? Sekukuh dan sekuat itu je ke hubungan korang, hanya sebab dilanda badai yang tidak begitu kuat? I believe there are certain relationship that you cannot fight no matter how hard it is but the main point here is that, you easily give up on your relationship.

you tend to end your relationship instead of trying to fix it. You end your relationship, you start a new relationship with someone else. Bravo. Hati kau cukup keras. Mungkin bagi kau it is okay to do that, but think of your partner. Your friend or your lover might get hurt. Lagi satu, semudah itu ke you end your relationship after all what you have been through together? Unless both of you have done fighting and trying to fix your relationship. Itu lain cerita. Ini cerita bila ada konflik baru sekali dua kali terus tamatkan relationship tu. I wonder semudah itu ke kau nak buang camtu je relationship tu, macam buang barang yang tak terpakai. Ini buatkan aku kagum dengan orang dulu-dulu ( seusia mak ayah kita) yang bila ada konflik je mereka selesaikan dengan baik even dengan kawan-kawan mereka or lover/spouses dan bukan buang barang berharga (relationship) tu macam tu je.. Mungkin aku dibesarkan dengan mindset camtu, jadi bagi aku awkward dengan trend sekarang how we lead our relationships in life.

Let say, you end your relationship with someone, then you have to start all over again with someone new ( get to know each other, and try to build that chemistry ). In every relationship, to build a chemistry is never easy. Not everyone can accept your flaws and your strength, not everyone is sincere to be with you regardless of who you are, and everyone can simply enter your family ( every family has conflicts too ) and is okay with that, and not everyone is willing to stay to support you, to help you through your thick and thin situation.

you choose. you fix your relationship during any conflict and you learn something from your conflict or you end straight away just because you get annoyed and you hate conflict. I believe in every relationship there must have conflict either to strengthen your relationship or to break your relationship. It depends on you to choose. fix or end! If you choose to fix it ( you discuss and have heart to heart discussion to find the solution ), you will learn to handle conflict, you will learn to lowered down your ego, you will learn to appreciate and get to know about your lover/friend better and you will remember that as bittersweet moments in your relationship. but if you choose to end it, that's it. Both of you will become strangers, you might find someone else, same goes with another party or you and your lover/best friend will have to endure with heart breaks.

because it is painful to be strangers with memories. Unless you are heartless enough to be strangers with memories and can perfectly live without memories. I just wonder how people can easily end their relationship and they can live without it. Well, different people lead different life and different opinions. I respect their decision and their choice, and I have my own opinion about relationship. I try to fix Because I usually don't walk away, unless I was told to walk away.

Tuesday, December 22, 2015

" semua inginkan kebaikan "

percayalah walau sejahat mana pun manusia itu, deep down from their heart they wanted kindness, they wanted to be a good person.


Siapa tahu perjalanan hidup masing-masing. Even kita sendiri pun tak tahu pengakhiran hidup kita macam mana, entah baik entah buruk entah dalam keadaan kita sempat bertaubat atau tidak. Sebab tu kita tak boleh lah nak terlalu judge mereka jahat dan tiada peluang kedua untuk membaiki kesalahan mereka. Entah-entah pengakhiran mereka yang kita rasa mereka jahat ni lebih baik dari pengakhiran kita


God is the most Merciful. Mercy Allah tu terlalu besar untuk hambaNYA, betapa penyayangnya Dia pada hamba-hamba Nya.


Kita, sebagai hamba sebagai khalifah tugas kita hanya mengajak sesama kita ke arah kebaikan, bukan menghukum hanya kerana merasakan diri kita lebih baik dari mereka. Untuk manusia yang banyak cela dan dosa ni aku faham perasaan bila kena judge jahat, aku faham perasaan bila kau being isolated hanya sebab tertentu, hanya sebab aku tak tutup aurat dengan baik, hanya sebab aku tengok cerita lagha.. I know how it feels kena sindir macam mana, kena judge macam mana. Tapi jauh di sudut hati aku ada keinginan untuk berubah. 

so bila terdetik nak buat kebaikan or berubah kearah kebaikan tu, buat terus walaupun cuma sedikit yang penting istiqamah. Listen to your heart. Tapi kalau terdetik nak buat jahat, stop for a while fikir dulu benda kita buat tu tak baik, nanti Tuhan marah, nanti ada bad consequences ke.. Itulah pentingnya akal untuk kita buat pertimbangan sama ada nak buat baik or jahat. Contoh, niat nak mencuri nak menipu orang nak songlap duit tabung amanah tu semua benda tak baik. Think. Hati kita pun tahu benda tu buruk jadi guna akal untuk halang kita dari buat benda tak baik tu sebab hati ni boleh mudah dipengaruhi dengan bisikan syaitan.

Aku percaya satu hal ni semua manusia inginkan kebaikan. Percayalah. Cuma depends pada manusia itu nak cari hidayah macam mana, sebab sebenarnya hidayah Allah itu dicari selain daripada yang Allah kehendaki untuk diberikan kepada hambaNya. 

" jangan pernah lupa "

Antara nasihat mama, nasihat mereka-mereka ( elders that I met, either just a pak cik, lecturers or even a strangers ) . Ni antara nasihat mereka yang aku akan pegang sampai bila-bila.

1. usah bercakap tentang kemewahan di hadapan mereka yang susah.
2. usah bercakap tentang kesihatan di hadapan mereka yang sakit.
3. usah bercakap tentang bahagianya kita di hadapan mereka yang bersedih.
4. never forget those who helped you.
5. stay kind. Always give. always give your sedakah and zakat.
6. jangan boros, jangan terlalu mengejar wang, jangan riak dan sombong.
7. sentiasa plan for future, for financial.
8. always seek for knowledge.
9. respect to everyone.
10. jangan hidup nak tiru orang. jadi diri sendiri. cari identiti sendiri.
11. put God above everything.

and banyak lagi nasihat actually, terutamanya from my mum ( sekalipun mama aku ni sangat tegas orangnya, cukup tegas dengan anak-anak tapi nasihat dia cukup bernas kadang-kadang, haha)

mama selalu pesan, bila aku dah ada kerja nanti, jangan lupa pada keluarga che limah. Mereka susah, tapi mereka kaya dengan hati budi yang baik. Terlalu banyak budi mereka pada keluarga aku, sejak my mum and my dad sakit sejak 18 tahun yang lalu. Pesan mama, nanti kerja selalu la ingat untuk memberi pada che limah and never forget those who helped you during your hardship. Jangan lupa untuk sentiasa memberi sedekah to those who need it ( budak sekolah ke, bagi kat surau ke ). Betul, rezeki kita tu kadang-kadang bukan rezeki kita, tapi untuk kita berkongsi rezeki dengan makhluk Tuhan yang lain, sekalipun hanya untuk seekor kucing.

Benar juga untuk aku stay humble and lead a modest life. supaya aku tak bercakap tentang mewahnya aku makan di hadapan mereka yang tidak mampu, supaya aku tak bercakap betapa branded nya beg kasut aku di hadapan mereka yang tidak senasib dengan aku.

I want to live a modest life so that I will always remain humble and grateful. Supaya aku tidak memandang material sangat dan supaya aku tak menjadi seorang yang sombong dan riak. Apa yang aku ada, bukan milik aku tapi Dia, hatta nafas aku milik Dia. Itu yang aku takut, kalau aku riak dan sombong sedangkan aku ni hanyalah hamba sama seperti manusia yang lain.

Semoga aku sentiasa mampu untuk menjadi manusia yang baik dan aku hanya ingin hidup aku diberkati, sekalipun aku tak kaya gila. Tidak mengapa andai aku diuji dengan kesusahan wang, semoga dengan harapan kesusahan itu mengajar aku erti bersyukur dengan apa adanya, so that I'll be grateful for every little things in life. Aku lagi takut diuji dengan ujian kemewahan dan kesenangan, takut nanti itu lah yang menjadikan aku manusia sombong. Mama paling suka bagi aku nasihat ni, hidup biar ukur baju di badan sendiri, belajar sederhana, jangan boros, jangan hidup biar papa asal bergaya. I'm glad mama and my dad tak ajar anak-anak hidup boros, tak manjakan dengan kemewahan iphone tapi dengan beri kami adik beradik keperluan untuk hidup seperti kereta, belikan laptop buku dan sedikit wang ( yang mama simpan bila orang bagi duit raya kat kami masa kecik-kecik dulu, money reward bila kami dapat result spm bagus,dll ) bila kami dah graduate. Itu lagi penting untuk kami mulakan kehidupan kami, mulakan financial kami dengan gaji kami.. Kat situ nampak tak betapa pentingnya menabung actually. Setiap kali ada duit orang kasi kat aku, mama mesti simpan tak kasi beli benda merepek. Sedih jugak actually dulu sebab bila duit orang bagi dah masuk tabung, nak beli pape kena la saving sendiri dari duit belanja haha. Tapi benda tu buat aku belajar untuk berusaha dan menghargai benda yang aku beli dengan duit sendiri. So bila dah kerja nanti, paling penting my mum nasihat, jangan boros, make sure ada simpanan wajib every month.

Betul semua yang dinasihatkan tu. Aku terlalu mengejar wang, nak kumpul duit banyak-banyak, itu tak salah cuma mama pesan jangan sampai lupa keluarga lupa mereka-mereka yang ada di sekeliling aku.. It scared me actually.

dan aku, sentiasa plan for my future and my financial. Aku sentiasa tulis ape aku nak achieve dalam hidup, apa aku nak accomplish for today, and financial plan aku dalam buku.. Sebab tu aku rasa aku cukup independent dengan hidup aku (walaupun financial plan aku kadang-kadang gagal sebab memang tak cukup duit so kena mintak dengan parents ). I always know what I want in life and I am just being me.

So far, I'm still learning. Knowledge tu bukan pada buku je. Sekarang aku tengah belajar pasal loan kereta dan loan rumah supaya nanti aku tak kena tipu camtu je. Itu pentingnya knowledge. Contoh loan kereta, ape yang terbaik aku boleh ambik supaya aku mampu bayar monthly duit kereta aku dan tak perlu tanggung beban hutang yang banyak.

Last nasihat mama juga dan orang lain : be an independent woman. Yes I will. ;) dan aku, berserah segalanya pada Dia. Semoga aku dikelilingi mereka yang akan sentiasa ingatkan aku nasihat-nasihat sebegini. Insyaallah. I'm grateful for having these wonderful people to remind me about values of life.

" rakyat marhaein "

I recommend you to listen to this song entittled " belantara kontrit " by altimet. It has such a deep meaning and I attracted to this one part of it's lyric " ada kucing kurap berangan nak jadi singa, ada khinzir hutan kian gemuk meratap riba "


this song has a deep meaning, to tease those who people who has been living such a lavish life out of their greediness. Jika dilihat situasi sekarang, keadaan di negara kita nak hampir sama dengan situasi di beberapa buah negara lain ( I don't want to mention takut menimbulkan isu di sini ) di mana boleh lihat yang miskin akan betul-betul miskin dan yang kaya akan terus-terusan kaya dan hidup dalam kemewahan mereka. Same goes with our country. Situasi di negara kita bila orang-orang yang memegang amanah rakyat, menjadi khinzir hutan yang kian gemuk meratap riba, mengaut keuntungan dan kemewahan, dan akibatnya rakyat marhaein yang menanggung derita.


Mama selalu pesan, kalau kita rasa kita dah cukup susah, pandang mereka yang lagi susah dari kita. Itu yang menyebabkan hati aku kadang-kadang sebak. Kadang-kadang nak makan pun tak dapat sebab semua barang mahal sekarang, semua makanan terlalu mahal sekarang. Aku pun dah rasa terkesan dengan barang mahal ( bila kena handle financial sendiri dengan duit elaun, tak kan nak minta mama papa selalu kan ) apatah lagi mak ayah yang lain yang nak belikan makanan, barang-barang untuk anak-anak. Allahu Akbar, sedih.

yang kaya, mana mereka faham erti susah tu macam mana. Aku sekalipun tidak mampu berada dalam keadaan mereka ( kawan-kawan aku contohnya) yang jauh lagi susah dari aku, melihat mereka pun aku dah cukup sedih.. Kita rakyat marhein, yang menanggung akibatnya dari tirisnya amanah dan keborosan mereka.

Ahh persetankan, apa mereka tahu. keluar dengan statement-statement bodoh mereka umpama tidak pernah masuk sekolah .. Lihat contoh statement mereka, " kalau ayam naik, jangan beli ayam " . Bukankah cukup celaka statement itu seakan menghina.

Mereka, si kaya yang tamak umpama khinzir hutan mana pernah susah, mana pernah mereka sanggup walau sehari untuk hidup seperti rakyat marhein.

Tahun 2016 bakal menyaksikan betapa kita semua perit, dengan harga semua mahal, termasuklah tol dan public transport. Apa mahu kita berenang jika tak mampu beli tiket flight? Apa mahu kita naik basikal ke tempat kerja jika tol dan tambang lrt or bus semakin mahal? Apa mereka sanggup untuk buat semua itu?


Haih, nasib rakyat marhein. Aku yang hidup single tak de keluarga ni pun dah rasa perit fikir next year aku nak bayar keta, bayar sewa rumah, bil itu bil ini minyak kereta ( the list goes on).  Aku jadi kesian, melihat ayah dan ibu yang bekerja keras mencari rezeki, hingga kadang-kadang anak terabai. Aku melihat sendiri keadaan ini dari kehidupan anak murid aku. Sebagai guru, aku juga memerhati kehidupan anak-anak kecil itu. Cukup kasihan. sebab itu aku cukup marah jika anak-anak jenis tak kenang budi, jenis yang tak nak belajar rajin-rajin demi ubah nasib keluarga yang susah.. Selalu aku nasihatkan murid-murid aku belajar rajin-rajin, ubah nasib keluarga.

nasib rakyat marhein. Cukup derita.

Monday, December 21, 2015

" the beginning of new chapter "

Tahun 2016, tahun permulaan fasa kehidupan baru aku. Kawan-kawan lain dah lama start permulaan fasa kehidupan baru mereka, iaitu fasa pekerjaan dan ada juga yang memulakan fasa seterusnya iaitu fasa perkahwinan dan ada yang dah ada anak.

Aku percaya rezeki masing-masing. Even though I was a bit envy with them but I cast away this feeling and comfort myself by telling " God plans the best for each and every one of you."

So tahun depan, aku akan mula mengajar. Gosh, bila belajar kena manage financial sendiri ni yang sakit. Selama ni aku tak boros berbelanja, semua duit elaun aku untuk makan study and sometime travel and tengok movie. Jarang aku spend money on cloth sebab aku rasa cukuplah pakai apa yang ada. Aku tak nak pegang konsep biar papa asal bergaya. Itu nasihat mama yang selalu dia bagi pada aku.. I kept it that way.

So far dengan elaun rm510 sebulan tu pun kadang-kadang sakit jugak nak hidup. Tolak bil internet rm80, tolak topup rm20, tolak duit kelas rm50, tolak minyak kereta (kalau kau selalu tumpang kawan keluar) or prebet sapu adalah dalam rm20 pastu beli ayat tulis bagai beli makanan adalah dalam rm50.. baki tu la nak hidup untuk makan. bila ada keta sewa lagi sakit oii nak isi minyak keta hahaha maka aku mengharapkan elaun papamama ler jawabnya.

Tapi kan, tahun depan permulaan semua barang macam cilaka harganya. percayalah rm50 hanya umpama rm10. So tahun depan, kena betul-betul plan untuk financial. Tak boleh boros and kalau ada part time cikgu tusyen aku kena buat. Life is never easy tapi untuk ada financial stable ni kena la sacrifice lebih sikit untuk setahun dua..

Haihh Malaysia is going crazy dengan harga barang yang makin merepek. Public transport pun mahal. Ape pun kena sentiasa ada buku untuk bajet financial dan kena follow strictly. Kalau ajar diri boros memang selamanya hidup sesak duit tak pernah cukup..

Hopefully everything went well for 2016.. Aku nak kerja ni oii simpan duit nak travel simpan duit nak beli semua benda aku nak beli sebelum ni, nak simpan duit untuk beli rumah, eh banyak la nak guna duit...

semoga posting jangan lambat la oiiiii... hahahaha

just a quick and random calculation upon my salary.

gaji starting rm2400

1. tolak nak bagi parents = rm500
2. tolak kereta = rm450
3. bil telefon = rm90
4. bil-bil lain = rm300
5. minyak kereta = rm100
6. emergency( repair kereta ) = rm300
7. barang rumah = rm300
8. baki = rm360 ( bayar rumah sewa oiii )

elaun-elaun lain tu la simpan nak buat travel nak beli wishlist aku..

semoga permulaan hidup aku ni bermula dengan smooth and may Allah ease my way.

satu by Najwa Latif

Dulu kita tiada beza
Hanya seperti manusia biasa
yang ditakdir jatuh cinta
Jatuh cinta pandang pertama
Tak ku sedar entah mengapa
kita semakin jauh berbeza
Kau tinggalku begitu saja
Dan hilang dari depan mata
Berikan aku satu peluang
Peluang untuk mencintaimu
Berikan aku satu peluang
peluang untuk merinduimu
Sekali lagi
Adakah engkau lupa
Saat pertama kita jatuh cinta
Sering tawa sedih duka
Kita lalui bersama
Berikan aku satu peluang
Peluang untuk mencintaimu
Berikan aku satu peluang
Peluang untuk merinduimu
Sekali lagi

" alhamdulillah untuk setiap kejadian "

I believes everyone in this world are suffering. Suffering from their own pain, from every struggles and hardships in life. It is just that how big it is or how little it is that they have to endure. So we cannot judge others just because they are not suffering like you did. 
different people endure different suffer. Some of them suffer about money, some of them suffer from relationship, some of them suffer from illness and some of them suffer from sexual orientation.


dan untuk setiap itu, mengharapkan agar untuk setiap dugaan yang diberikan aku akan terus diberikan kesabaran, kekuatan dan aku mampu untuk redha. Semoga setiap dugaan yang menimpa akan membawa aku lebih dekat kepada Nya daripada aku menjadi semakin jauh dari Nya. Itu sahaja harapan aku. Aku mengharapkan pengakhiran bahagia. 

Jika dulu aku selalu merungut pada Dia kenapa takdir aku begini, why am I not as lucky as my other friends, do you hate me God? Am I not deserve to be happy like others? Being love, having good course and having loving and close family.. I am still longing for that until today. But when I look back, there are more people who suffered even more than me yet they are still happy. 

WHY? I wonder why. It is because they rely solely upon HIM and they hardly complaint about it to people but they tell God. 

Seharusnya aku bersyukur untuk setiap kejadian. Setiap yang berlaku ada hikmahnya. 

Sebenarnya, jika diikutkan hati yang dihasut rasa negatif ni aku nak je give up untuk semua perkara, aku nak je lari dari semua perkara. I just want to rebel and tell everything inside my heart and hurt everyone. I want to give up and ruin my own future because I don't like being forced. 

Tapi aku tidak tahu dari mana datangnya kekuatan dan kesabaran untuk aku hadapi semua ini. Mungkin benar janji Allah : 

“Allah tidak membebankan seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.”
(-Surah al-Baqarah ayat 286-)

mungkin Allah tahu aku kuat untuk ujian ini. Begitu juga dengan mereka yang lain. Aku percaya Tuhan tahu akan kemampuan hamba NYA. dan setiap kejadian pasti ada hikmahnya. dan atas sebab itu aku harap aku mampu bersabar dan terus berusaha dalam menghadapi setiap liku-liku kehidupan aku. Semoga aku terus tabah, semoga air mata ini suatu hari nanti akan berganti bahagia.  

I keep repeating this mantra to my heart : every thing happens for a reason, have faith in HIM. 

aku cuma inginkan pengakhiran bahagia. Semua setiap ranap, rapuh dan hancur punah aku ini suatu hari nanti akan diganti dengan senyuman. Begitu juga harapan aku pada mereka yang lain. Asalkan kita terus berusaha dan terus bergantung kepada NYA. 

dan " Alhamdulillah untuk setiap kejadian " 

Sunday, December 20, 2015

" terima kasih beruang "

finally I have the strength to write this entry to you, I don't know how to reach you anymore. I know you closed the door already, so that I cannot enter your life anymore. So that I will no longer be apart of your next life chapter. Sekalipun aku tidak tahu salah aku apa untuk kali ini, but it meant the end. The end of our friendship.

Awak, mungkin saya belum cukup baik untuk awak. Mungkin segalanya belum cukup untuk awak buka hati awak untuk menghargai saya. Mungkin jugak soal hati tiada siapa boleh paksa. Mungkin juga saya harus berpijak pada bumi nyata, seperti awak katakan dulu jarak kita terlalu jauh, awak perlukan seseorang yang lebih cantik. I have no beauty to lure you azad, for all this while inilah diri saya apa adanya. Tapi percayalah, saya tidak pernah mengungkit ape-ape pun, tidak pernah untuk saya burukkan awak depan keluarga awak macam awak sangka, mahupun dengan sesiapa pun.Instead, saya bersyukur dipertemukan dengan awak, dipertemukan dengan keluarga awak. Biarlah masing-masing punyer kehidupan sendiri, I try to live without you and you pun dah ada seseorang untuk membahagiakan awak.

But i have no regret knowing you, I have no regret loving you instead I'm happy. I never spend so much time as compared to when I spend my time with you. You are someone that I always proud in sport (selalu sokong awak main bola dan masa game mssn), you are my best friend yang boleh saya cerita segalanya, you are my brother yang kita boleh close enough caring about one another and you are just like my man who always protect me and kita dah ada beberapa memori bersama. Banyak yang ingin saya buat bersama awak, tapi mungkin setakat ini kisah kita terhenti. Kadang-kadang rasa diri bodoh bila tahu awak memang tak kan pernah mampu ada untuk saya, bila tahu saya bukan siapa-siapa dalam hidup awak ( tak de pun gambar kita bersama dalam ig awak ), kadang-kadang bodoh untuk tidak mahu percaya you just take me for granted tapi saya memilih untuk tidak percayakan akan semua itu. Sehinggalah saya dibuang, dan dengan mudah you move on and forget me.

Mungkin benar, hati awak keras sekeras aloi seperti yang awak katakan dulu. It's okay azad, I am happy. cuma saya ingin memohon maaf untuk segala kekasaran bahasa, immatured action (sebab saya rasa tak dihargai), mohon maaf untuk tidak mampu menjadi yang terbaik untuk awak.

Shaz, pertemuan kita kelakar. dan kisah kita bermula pada malam itu, when I ride on a motorcycle with you ( pada waktu itu di restoran fathin, itu lah pertama saya jumpa kakak ipar saya awak, pertama kali saya jumpa abang saya setelah sekian lama tak jumpa). Mungkin malam itu awak dah cukup hiburkan hati saya yang cukup sedih. I never enjoyed night life in Melaka, and thanks to you I have that moment with you.

Maybe one day you will completely forget about me, it's okay but I will remember everything about you, and how wonderful you are.

Azad, be somebody. for yourself and your family. Awak kaya azad, kaya dengan kasih sayang keluarga yang mana sukar untuk saya dapat dan kerana itu saya cukup bersyukur dipertemukan dengan awak dan keluarga awak. Please, be somebody untuk mama awak, papa awak dan adik-adik awak. Jangan pernah abaikan mereka, janji pada diri sendiri. Doa saya sentiasa ada untuk kalian Please, jangan smoking walau hidup awak seperit mana. Perjalanan awak masih jauh, letakkan Tuhan di dalam hati awak, you will be fine. Dulu awak juga minta saya untuk berada di sisi, tapi maaf bagaimana saya nak berada di sisi awak untuk support awak bila awak tutup ruang untuk saya hadir dalam hidup awak.

Saya benci dengan sifat setia yang saya ada, kerana tahu hati ini akan mengambil masa yang lama untuk melupakan awak, tidak semudah awak untuk melupakan saya and move on with your life. but I will be fine. Awak, saya tak pernah menyerah. tak pernah menyerah untuk cuba membahagiakan awak, tak pernah menyerah untuk cuba mendapat tempat di hati awak. tak pernah menyerah untuk buat macam-macam benda dengan awak (saya nak travel dengan awak sngt2), tak pernah menyerah untuk segalanya tapi awak tak pernah berjuang azad. berjuang untuk buka sedikit hati awak untuk saya, berjuang untuk buka mata awak untuk menghargai saya, berjuang untuk persahabatan kita kekal, sekalipun tidak bukan sebagai lover, berjuang to keep me in your life. Apa lagi saya boleh buat kan.

Maaf untuk entri ini. maaf untuk segala kekurangan saya. terima kasih untuk cerita persahabatan kita. Azad, jika suatu hari nanti awak perlukan pertolongan, saya sentiasa ada untuk awak. you can always come to me. I will always help you, no matter what.

je táime plus. ich liebe dich shazryn azad

" you should stop knocking "

here is one analogy that I can give you

" you should stop knocking the door that was purposely closed to you " 

this analogy is applied to those who closed their heart to you, to those who decided to end every relationship with you either your own lover or your friend. It is their decisions to remove you from their life, it is their decision asking for you to leave and close the door for you, so that you are not going to enter their life anymore. Once they did that, stop knocking the door. It is no use trying to go back to their life, it is no use trying to fight for your relationship. If they give up on your relationship, there is nothing much you can do. So stop knocking their door, let them live in peace, and you move on. 

Someday. you will be fine. All the pain, all the hurts will heal. All you need is time. Take as much time as you can to heal, a month or even a year just don't go back knocking to their door anymore. Take the time to start enjoying yourself, go travel, spend more time with your family and friends, focus on your life goals, do more charity work, go for outdoor, listen to the music, dance in the rain.. See? There are more to life. Doing those thing will heal you. You worth more than everything. They don't need you anymore, so why bother standing by their door anymore. They are not going to open the door and let you enter their life anymore.

Remember, you are no longer needed. If they need you, they will fight together with you, trying to mend the broken relationship, trying to make it better. If you fight alone, trying to fix your relationship it won't work. It always takes two to tango, remember. You cannot tango alone. 

Move on. Walk away. Stop knocking at their door. Fly away. Take your time to heal. Trust me, good thing will happen. Who knows, along the way you are taking your time to heal, you will meet someone better. A better and loyal friend, or your prince charming. Who knows what God is planning for you, just pray for a happy ending. Have faith. Always have faith in Him. 

Stop knocking. That's all and enjoy your life. It is okay if it means you have to do it alone, find new friends if that case. ;)  

Saturday, December 19, 2015

" benar "

someone used to said this to me. 

" kau tahu, action speaks louder than word. Sekarang ni nak tahu orang tu hargai kau atau tidak, tengok daripada post instagram dia, tu pun apart of his/her little action that you should see " 


ada benarnya. Bila tilik balik, bila aku imbas kembali,, aah lah tidak ada satu pun gambar aku atau gambar kami, atau gambar aku dia dan rakan-rakan di post IG nya. Tidak ada satu pun gambar yang pernah di like. Tidak ada satu pun ungkapan untuk aku di post IG nya. 


semua itu buat aku tertawa sendiri. Ahh bodohnya aku. Dari situ terang-terang aku siapa dalam hidupnya, percuma aku sentiasa bertanyakan soalan itu kepadanya suatu masa dahulu. 


Paling tidak, satu post pun cukup lah. Tapi tiada. 


See, betul lah kot kalau nak tahu orang tu hargai kau atau tidak, tengok post instagram. Kalau dia boleh post gambar event apa yang dia buat hari tu dengan another girl that he claims as friend, why not me? aku bukan kawan kau ke? 

ok cukup. aku dah cukup bodoh di situ. hahaha 

cukup untuk aku ketawa atas kebodohan sendiri dan sendu sendiri di corok katil pada masa yang sama. 

" sejak bila "

dan sejak bila perkahwinan itu perlu atas dasar rupa paras putih mulus flawless tanpa cela dan bukan pada cantiknya budi, akal dan agama seseorang? 

dan sejak bila perkahwinan itu atas dasar umur,
sejak bila perkahwinan itu atas dasar status pendidikan
 dan sejak bila juga perkahwinan itu adalah berdasarkan berapa kepuk duit kau punya untuk aku hidup mewah dengan kau? 

sejak bila agama meletakkan semua itu sebagai asas? 
sejak bila apabila lelaki berkahwin dengan perempuan yang jauh lebih tua itu akan dipandang hina? 
sejak bila perempuan muda berkahwin dengan lelaki yang umurnya umpama abang sendiri (jauh lebih tua) adalah salah.
sejak bila perkahwinan itu memerlukan seseorang ada degree master phD dan hantaran kahwin adalah berdasarkan status pelajaran itu semua? 
sejak bila perkahwinan itu adalah kerana kayanya lelaki itu untuk memberikan hidup senang kepada kau? 
Sejak bila perkahwinan itu perlu segalanya mewah dan grand sekali dengan hantaran yang semakin gila nilai angkanya?
sejak bila hantaran tu perlu sampai 15k kalau tak omaigod malu dengan orang kampung..
sejak bila nak pilih lelaki kena tengok dia kerja apa, kereta apa dia pakai, dari tengok agama dan akhlak dia? 


Andai perkahwinan itu berdasarkan nafsu, berdasarkan wang, berdasarkan status, maka semua di atas adalah salah dan memang akan mendapat kritikan padu punyer lah. kerana perkahwinan itu bukanlah atas dasar kebendaan, tetapi penyatuan dua hati yang menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain dan bersedia melengkapi antara satu sama lain. dan perkahwinan itu juga adalah penyatuan ukhwah dua keluarga. 

Tapi andai perkahwinan itu atas dasar agama, ikhlasnya mereka menerima antara satu sama lain,, apalah salahnya.. tetapi manusia sekeliling yang merumitkan keadaan. 


lihat saja kini. perkahwinan paling grand antara doktor dengan engineer pun belum tentu bahagia ( kata mereka sekufu kawen engineer dengan doktor ni ) , perkahwinan dengan wanita hensem dan tampan belum tentu tidak berakhir dengan penceraian ( kata mereka perlu pandang rupa untuk memilih pasangan ) , perkahwinan dengan pasangan yang sama umur juga tidak menjamin bahagia ( kata mereka tidak boleh berkahwin dengan yang jauh lebih tua atau jauh lebih muda dari kita ).. 

kerana kita terlalu mengikut paradikma masyarakat. terlalu takut apa agaknya masyarakat akan bercakap.. 


nak ikut cakap orang ni tak pernah puas. Sejak bila perkahwinan itu adalah sebab mereka? 

Yakinlah. Yakinlah dengan agamamu, Yakinlah dengan janji Tuhan, betulkan lah niat perkahwinan itu bukan atas dasar kebendaan tetapi atas dasar agama dan keikhlasan dia menerima kita dan kesediaan kita untuk sehidup semati dengannya.. 

Tuntutlah ilmu untuk lebih faham akan konsep perkahwinan Islam. Semoga perkahwinan itu diberkati, tanpa perlu mengira kata-kata mereka, semoga zuriat yang dihasilkan itu dapat dibesarkan menjadi seseorang yang berguna.. 

tak perlu mengikut norma masyarakat akan " sejak bila " . 

just my sharing about choosing a spouse (  click here ) and (  click here ) . 


p/s : sebab apa aku tulis entry ni walaupun aku single trang tang tang? Sebab mereka di sekeliling aku mengalami dilema itu kerana mereka terlalu mengikut konsep " sejak bila" di atas, dan akan berlaku begitu juga dengan aku nanti bila aku nak perkenalkan soulmate aku. 

" being over protective can kill "

if you love someone, don't be over protective. Give them space to breath. Give them space to enjoy their life, give them space to make mistakes and learn from their mistakes. 

too much love can kill.
being over protective can kill as well. 


Because I know exactly how it feels to live in this situation. It kills me slowly from inside. I am suffocate for some freedom to live. I wish to run from those people, going somewhere far and never return. 

And being over protective and loving too much actually caused me to be lonely and I long for a freedom. It has become a very important word in my life. 

so if you love someone, don't hold them too tight. They might break into pieces.  

" dan ego itu membunuh "

dan ego itu membunuh, membunuh segala hubungan yang wujud di atas dunia ini.

egonya seseorang dalam percintaan, egonya seseorang dalam persahabatan, egonya seseorang dalam hubungan kekeluargaan.


Jujur, ego itu memusnahkan. beri aku satu bukti, andai yang mengatakan ego itu membahagiakan.

kerana ego itu.

meranapkan.

memusnahkan.

membunuh.

menjauhkan.


because of an ego, two lovers are strangers right now, two best friends are no longer best friend, a mother is no longer talk to her son, a father is no longer concern about his children anymore,

ego.

Andai ego itu dibuang, pastinya aku bahagia kini. Pastinya aku tidak kehilangan mereka-mereka yang aku sayang.
Andai ego itu dibuang, pasti setiap hari raya, suasana bertukar ceria dan bukannya hambar. Sudah dua kali aidil fitri aku menantikan kepulangannya tapi kerana ego mereka, aidil fitri itu hambar sekali.
Andai ego itu dibuang, pasti dapat dirungkai rindu seorang ibu pada anaknya.
Andai ego itu dibuang, pasti sebuah keluarga dapat bersatu kembali.
Andai ego itu dibuang, pasti aku tidak dibuang seseorang dengan begitu sahaja.
Andai ego itu dibuang, pasti aku dan dia dan dia dan dia masih mampu melakar cerita indah sebuah persahabatan.

Aku ego. kau ego. dia ego. mereka ego. kita semua ego.

dan kerana itu, aku kau dia mereka kita semua merana, menyesal, tapi di simpan di lubuk hati yang terdalam, kerana apa? Kerana kita masih belum bersedia untuk melepaskan ego masing-masing.

dan ego itu, sememangnya umpama barah, yang membunuh dalam senyap. Membunuh jiwa manusia.
Setinggi manakah ego itu ingin dijunjung? Sehingga kau merasakan kau menang? Menang dalam membuat orang yang kau sayang itu merana? Baru kau puas?

alangkah indahnya jika tanpa ego, kita boleh berbicara dari hati ke hati dengan sejujur-jujurnya.
alangkah indahnya jika tanpa ego, kita boleh memaafkan mereka dan memulakan kembali kisah kita. 
alangkah indahnya jika tanpa ego, pelukan hangat mereka dapat kita rasai kembali.

Hai ego, cukup hebat kewujudan kau dalam jiwa manusia-manusia.

dan aku. hanya mampu menangis mengharapkan sedikit belas dari Tuhan, agar ego aku, dia dan mereka dapat dilembutkan. 

" irony , isn't it ? "

I encountered a conversation between my beloved and my youngest brother. We talked about his course, which is aviation. He seemed to be really passionate with his course, and he is coping well with his study.

I guess, it's the passion that become his driving force to pursue his study in this course and yes, blessing. He has all the greenlight from my beloved.

We talked, keep talking and talked again until she said " semua benda kalau minat, boleh berjaya ". Out of sudden, I felt bitter. I swallowed hard my own saliva down to my throat, holding back tears. We were in the car at that time. I felt my heart is aching, I felt something irony.

" benda kalau minat, semua boleh berjaya, semua boleh pergi jauh "

my evil and broken heart whispered silently " kalau dah tahu macam tu, kenapa halang minat kakak lima tahun lepas? " " kenapa bunuh minat kakak? " " kenapa padamkan semua impian kakak, di mana semua itu ada di depan mata kakak, setelah kakak berusaha cukup berusaha untuk capai semua itu ? "

some people said some love stories never end. I said, some wounds never heal. It is there, still bleeding but people keep moving on. Why? because there is no other option, and that's the only thing you have right now, it has become apart of your life. Live with it.

it is not that I kept the grudges or any heart feeling, but to be frank, what you said is too irony to me. I cannot accept it. Why on him, yes you allow him to choose the course that he wanted thought it is expensive, and when it came to me, no you cannot have it in your own way.

I do understand, I am not that bloody hell idiot not to realise everything you do, you want the best for me but you killed my soul. Since that day, I never dare to dream anymore. Everything shattered into pieces. What am I going to do with my life in five years time? I don't have the answer. I don't have any plan except the plan to escape.

too irony for me to accept. I have hundreds of questions to ask you.

1. you tak pernah yakin dengan diri kakak ke yang kakak boleh bawak course engineering tu?
2. you selalu dengar cakap orang utm ni suka tendang orang, utp ni terlalu mahal and susah kos dia. tapi pernah lihat siapa yang bercakap tu? mungkin yang bercakap tu adalah bapa yang anaknya jenis kaki main kat utm dan anaknya adalah kaki boros joli di utp? Others can survive, why not me? Hanya sebab dengar cakap orang?
3. Tak yakin ke dengan qadha dan qadar Tuhan? Kos ape pun, bukan penentu kerjaya. Percayalah. Asalkan kita rajin berusaha, tak pernah give up aku yakin rezeki tu Allah dah tentukan untuk hambaNYA yang sentiasa berharap pada NYA dan sentiasa berusaha.
4. hidup dengan pemikiran " cikgu senang kerja, kerja terjamin kerja pun tak penat macam engineer " Gosh, zaman dah berubah. Aku pun tak nampak lagi bila akan dipostingkan, dan you mungkin tak baca newspaper kot yang betapa banyak tugas guru kena galas kat sekolah, tu tak hadap masalah dengan mak bapak dengan masalah murid yang entah pape sekarang. Asal you tahu, yang banyak sakit mental adalah guru sebab tekanan kerja dia paling banyak sebenarnya.

Half of me, died. I am living, because I am still breathing but I am just like a walking dead zombi, I have no plan for my future except I planned to travel to heal all those pain and I planned to survive my life ( build stable financial ).

I am not happy at all with my life but I have no other option except to enjoy my life, trying my best to stay positive and being happy all the time but deep inside, I hate doing things that I was forced to do. Cuma mengajar dengan ikhlas sebab itu tanggungjawab tapi benci nak mati bila kena buat itu ini. Trust me, I hate being in school.


your words, are too irony for me. I don't know whether I should laugh or I should cry because I love you so much.

" a love that actually killed my soul.

Thursday, December 17, 2015

" don't cross the borderline "

I believe there must be border line for everything, that everyone should not cross that border. I believe that whatsapp group especially for batch group should only discuss about important matters ( macam nak invite kahwin ke, macam nak tanya soalan berkait kolej ke, pasal interview ke, pasal plan phone ke, anything as long as they convey information).

 Ini tak, duk update about your personal.

 Hello today I cook this, hello today I cook that, hello today ikan I hangus sebab sibuk ber FB, hai korang hari ni hubby I sawit sangat sebab bla bla bla ...

I really wish I have the gut to tell you this " get a life, will you? I don't even give a damn about your personal life " tapi karang satu batch bash aku. LOL. but it is true, that is group for the whole batch, and I expect there must be certain borderline that I shouldn't cross. I need to respect the others. Ini kalau penuh citer pasal kau, then the moment aku nak cari maklumat pasal borang online, tak ke jenuh aku nak scroll balik satu satu. Memang bikin aku menyirap la..

and one more thing, don't talk too much about your husband dalam group kelas ke group batch ke. Why don't you create whatsapp group khas untuk puan-puan? Unless you nak story pasal husband kau kat group best friends kau. Itu boleh la,, Tapi tu pun kau tak boleh nak cerita semua benda pasal husband kau. It believe there must be certain privacy yang you kena jaga, jaga aib suami, jaga maruah suami dan jaga everything la  Kalau nak share, share mana yang patut, dengan group kawan baik je lah tapi. At least, we know you are happy. even if you are sad, we can help to console at least but not everything. Again, don't cross the borderline ( you as a wife kena jaga privacy marriage korang, right? ). Kena fikir juga nanti tanggapan kawan-kawan terhadap suami kau. So far, my friends yang dah kahwin tak pernah cross their borderline as a wife and we can accept what they say about their husband.. Husband buat surprise travel ke ape, yes yang tu boleh la.. ( Tapi ni kalau hari2 kau update hari ni aku masak this and that for hubby tu memang nak kena hempuk dengan kuali jugak rasanya, mihmihmih ).

don't cross the borderline people. but tonight someone has spoken out about this. Aku kasi ayat sarcastic pun diterima in a positive way oleh orang itu. Nak sound direct ni karang boleh putus kawan, mahu kena bash LOL. I admit my weakness, my sarcasm skill is very low.

again, don't cross the borderline people. Even if your friend ada problem dengan orang lain ke dengan husband ke, don't go beyond the borderline konon-konon nak back up nak tolong kawan. You might make it worst too.

Last word, get a life. Certain things that perlu nak hapdet 24 hours kat group whatsapp no matter how close you are, people will get annoyed. Don't be an attention seeker, will ya?

" dewasa "

perkataan dewasa yang cukup ironi aku kira.

" bila hang nak berubah, bila hang nak matang, bila hang nak jadi dewasa? "


I know, I made mistake here. I heard from someone that " eh ro macam nak kahwin dah tu" and I assumed you are getting married, plus I see your wassap picture with flower and sometime  wearing baju melayu with hantaran.. To me, I have no heart feeling when I know you are getting married. At least, I know there's the ending of my waiting ( waiting for you to love me back ). Instead I am happy for you.

Then just for fun I tweeted " kalau ro kahwin tahun depan, aku pi kenduri dia siap nyanyi lagu adele someone like you " and other tweet that related to it. It showed that I can accept the fact that I let you go from my heart. Sekali ada la hamba Allah ni pergi tanya kiroro sendiri betul ke dia nak kawen.

And we started the argument. I know he was mad like hell. Konon aku dah sebar fitnah pasal dia nak kawen bagai.. Ok, it is my mistake. Tapi the way you utter the words, they hurt like hell. I felt like my heart had been teared into pieces. Your words are truly painful.

"dewasa" . aku hadam perkataan dan nasihat kau dalam dalam. When I told you I wanted to fix my mistake and you said there's no need to do so because  I will make it worst. At least, bila kita dah dewasa ni, kita admit silap kita then kita cuba untuk baiki masalah yang kita dah buat. We just want to clear the mess. Aku rasa itu tindakan yang dewasa.

But finally I was blocked again from whatsapp. I felt like laughing. Just because I made a mistake, then I was blocked again? Tak cukup setahun dulu kau block aku dari fb, twitter, whatsapp and swarm? Kau rasa tindakan kau itu cukup dewasa? I guess not. We are adult, we deal like adults. Block someone hanya sebab mistake tu ,, and bukan nya satu matrik penang satu dunia tahu kau nak kawen. Hanya orang yang busy body pasal kisah kau dan aku je yang sibuk tanya kau kan..

seriously I dont feel anything. I dont feel my love (yang aku agungkan dan setia untuk enam tahun), I dont feel hatred towards you. I feel hurt. and I feel nothing ( maybe I've been hurt for so many times). Cukup dewasa aku kira tindakan kau.

Ok, aku belajar untuk jadi dewasa. Terima kasih untuk nasihat yang cukup perit itu. Aku tahu di mata kau, aku tak pernah baik. Aku bukan perempuan ayu bukan perempuan solehah macam diidamkan. Selama ni pun, kisah kita cukup berbelit-belit sebabnya campur tangan orang lain. Kau tak pernah beri peluang untuk dengar cerita sebenar dari pihak aku. Kau cuma dengar cerita mereka. Dan aku, yang dicela oleh mereka yang dipandang hina oleh kau sejak kisah kita enam tahun dulu.

farewell. I ended this year by forgetting you.

p/s : kepada seseorang yang sibuk pergi tanya pasal rohilmi dah nak kawen ke tak tu, why at the first place kau tak tanya aku sendiri pasal tu? Kau boleh sentiasa mention kat tweet yang aku tulis tu for clarification. and I thanked you for that.