Saturday, December 26, 2015

" stop complaining "

life will be better if we stop complaining, and we start count on our blessing and being grateful about it. For all these while, I always complaint about my life and to some extend it made me to forget about being grateful. 

I always complaint why my life has to be like this when my friends were all able to get what they wanted. They study abroad, they found a good man to love them, they have decent jobs, their parents are being supportive, they were allowed to travel and working part time while I cannot. These are my endless complaints until I forgot to count my blessings. 

True, we complaint on what we cannot have. Other people might complaint about the other thing. " dyeorang pakai iphone, aku pakai lenovo je, dyeorg pakai branded designers stuffs while I only afford fake branded stuff, dyeorang pakai kereta mewah while I only afford axia " and the list goes on. Throughout these few years, I always remind myself to less complaint and start counting on my blessings but sometimes I forgot. Mulut ni ringan je nak complaint itu ini. 

Benar kata-kata pepatah yang sentiasa aku pegang sebagai salah satu life quote aku : 

Dalam urusan dunia, jika kita berkasut, pandanglah orang yang berselipar. Jika kita berselipar, pandanglah orang yang berkaki ayam. Ia akan menjadikan kita sentiasa bersyukur atas apa yang kita miliki. Jika diberi kelebihan harta, kita rajin memberi. Jika diuji dengan kesempitan, kita tidak suka meminta-minta.  " 

itulah hebatnya jiwa yang qanaah. Sentiasa puas. Tapi bukan aku. Sekalipun aku cuba untuk didik hati sentiasa bersyukur dengan apa yang ada, tapi tetap kadang-kadang it slipped away.. Kadang-kadang aku lupa, ujian hidup kita berbeza-beza. 

So, this becoming 2016, I wish I can stop complaining at all ( tapi jangan pula untuk setiap hal kita tak complaint, ada jugak hal yang perlu kita complaint contohnya dalam urusan kerja seharian kita kalau servis tu tak bagus, but using the right channel ). I wish I can start saying Alhamdulillah for every little things in life. 

I should be grateful for every test that HE gave to me. I should be grateful that despite of every hardships I have in life, I still have my parents, my family, my close friends and I have a good future, Insyaallah. Manusia,, lumrah. Ada manusia tu lebihnya di situ kurangnya di sini. Itu menunjukkan betapa kita tidak sempurna, betapa kita berbeza ujian hidupnya. 

Stop complaining and do something about your life , and always be grateful. Contohnya, kalau hari tu rezeki kau hanya makan nasi dengan telur kicap,, so that's it. bersyukurlah. Ada manusia lain yang tidak dapat makan untuk hari tu. Stop complaining hidup kau susah but start to work hard to earn money and manage your financial. Setiap kesusahan tu Allah bagi untuk kita belajar, untuk kita kembali dekat kepada NYA. Sebab nikmat Allah dan mercy Tuhan tu terlalu besar untuk hambaNYA.. Masalah dia sekarang ni, society mold yang terlalu value pada kebendaan menjadikan manusia merasakan hidup mereka banyak pincang nya dan menjadikan manusia menjadi manusia tidak begitu bersyukur akan nikmat Tuhan. 

Contoh,, kau tengok kat IG those rich people, selalu dapat surprise hadiah mahal-mahal dari suami, menjadikan kau pun nak jugak relationship goal tu and you start complaining about " suami aku tak romantik la, tak pernah bagi bunga mahal, tak pernah bawak makan kafe hipster " tapi kau lupa untuk menghargai ada suami yang selalu ada untuk menyayangi kau selalu ingatkan kau untuk solat dan selalu bimbing kau kepada NYA..Lain contoh, Kau tengok Ig tengok insta femes kulit flawless je semua putih-putih,, so kau complaint kulit kau hitam bla bla bla ( I used to complaint about this hahaha ) tapi kau lupa mereka pakai iphone . Mereka sebenarnya ramai je yang kulit gelap muka berjerawat tapi kalau dah pakai iphone semua cantik mehh ( mostly yang aku kenal ada iphone ramai yang edit gambar jadi putih melepak ), dan kau lupa untuk bersyukur ada kulit yang sihat tu pun dah cukup baik. All these little things that we used to complaint, and we forgot to be grateful. 

So stop complaining. Always remind yourself ( a reminder to myself as well) untuk cuba tak terlalu complaint banyak pasal life. Kena ingat, dalam susah nya kita ada lagi yang lagi susah dari kita. Dengan cara tu, kita akan sentiasa bersyukur dengan apa yang kita ada. Bersyukur hatta dengan setiap nafas hela yang kita masih mampu untuk hirup, bersyukur untuk segala nikmat kesihatan, nikmat adanya keluarga bahagia, nikmat untuk beribadah pada Dia, dan nikmat-nikmat lain yang tak terhitung banyaknya. 

Aku selalu memerhatikan hidup orang lain ( duduk di suatu sudut di mall, enjoy my meal and start observing people). Aku belajar dari kehidupan manusia. Ada manusia lain yang terpaksa tebalkan muka untuk menjual kuih di mall, ada manusia yang terpaksa bekerja despite of them being disabled, dan ada manusia yang terpaksa berkerusi roda ke sana ke sini. And when I compare these thing with myself, I am more than grateful. I have enough money from my allowance and I can simply ask from parents, I am normal I am not handicapped, and I can run play and do what ever I want. I have wonderful friends yang selalu ingatkan tentang solat, selalu ajak pergi dengar ceramah, selalu ada untuk dengar masalah aku..Itu pun adalah nikmat dari Dia untuk aku. I should be more than grateful. Tapi ada juga aku complaint why am I being short, why I don't have white skin bla bla bla.. See, how ungrateful I am. ;( Betullah, untuk ada jiwa qanaah dan jiwa yang sentiasa bersyukur, kita perlu melihat di sekeliling kita, we observe and we ponder.   

Sebab itu, Allah pesan sebanyak 31 kali dalam Al Quran, akan nikmat-nikmat yang Dia ciptakan dan berikan kepada hambaNYA untuk disyukuri : 


فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ



"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55] )

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim [14] : 34)

No comments:

Post a Comment